Redenominasi Rupiah – Apakah Dampaknya Bagi Kita?



Download PDF

Saat ini hangat dibicarakan tentang redenominasi rupiah. Apakah akibatnya bagi kita sebagai masyarakat awam, mengapa pemerintah melakukan ini? Pertama-tama yang harus diingat ialah redenominasi bukanlah sanering.

redenominasi rupiahRedenominasi ialah menyederhanakan nilai uang dengan cara menghilangkan angka nol (mengurangi digit) dengan tanpa mengurangi nilai uangnya. Sedangkan sanering ialah pemotongan nilai uang terhadap harga barang sehingga jelas mengurangi daya beli masyarakat.

Tujuan redenominasi untuk menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisian dan meningkatkan kesetaraan Indonesia diantara negara-negara regional. Sedangkan tujuan sanering adalah mengurangi jumlah uamg yang beredar yang dikarenakan hiper inflasi (inflasi yang sangat tinggi).

Redenominasi Rupiah Tiga Digit 000
Sebelum Sesudah
Uang lama Rp 1.000 (harga lama Rp 1.000) Uang baru Rp 1 (harga lama Rp 1)
Uang lama Rp 5.000 (harga lama Rp 5.000) Uang baru Rp 5 (harga lama Rp 5)
Uang lama Rp 10.000 (harga lama Rp 10.000) Uang baru Rp 10 (harga lama Rp 10)
Uang lama Rp 20.000 (harga lama Rp 20.000) Uang baru Rp 20 (harga lama Rp 20)
Uang lama Rp 50.000 (harga lama Rp 50.000) Uang baru Rp 50 (harga lama Rp 50)
Uang lama Rp 100.000 (harga lama Rp 100.000) Uang baru Rp 100 (harga lama Rp 100)
Meski tiga nol dihilangkan, nilai uang lama yang sudah di redenominasi sama dengan uang baru
Untuk membeli barang dengan harga lama Rp 100.000 cukup menggunakan uangbaru Rp 100

jadwal redenominasi rupiah

Tahapan redenominasi rupiah
liputan6.com

ilustrasi redenominasi rupiah

dari http://finance.detik.com

Dampak redenominasi rupiah:

Redenominasi – nilai uangnya tidak berubah, karena hanya penulisan pecahan dan penyebutan yang berbeda.
Sanering- nilai uang terhdap barang menjadi lebih kecil karena memang nilainya yang dipotong.

Persiapan redenominasi dilakukan secara matang selama bertahun-tahun, sedangkan sanering dilakukan secara tiba-tiba. Yang perlu diingat bahwa redenominasi rupiah tidak mengubah nilai mata uang ataupun daya belinya.

Indonesia tercatat pernah melakukan sanering pada 19 maret 1950 dimana uang 500 dan 1000 menjadi 50 dan 100, kebijakan sanering ini dilakukan karena kondisi ekonomi Indonesia saat itu sangat buruk yaitu dengan adanya inflasi yang sangat tinggi, investasi yang merosot tajam dan PDB (Pertumbuhan Domestik Bruto) yang sangat rendah.

Redenominasi mata uang pernah dilakukan beberapa negara sebelumnya dan ada yang berhasil dan ada juga yang gagal. Beberapa negara yang berhasil melakukan redenominasi ialah  Rusia, Argentina, Zimbabwe, Korea Utara dan Brazil ini dikarenakan saat dilakukan redenominasi keadaan ekonomi negara-negara tersebut sedang buruk. Negara-negara yang berhasil melakukan redenominasi ialah Turki, Rumania, Polandia, dan Ukraina.

Demikian penjelasan tentang redenominasi rupiah yang diharapkan dapat memberi penjelasan yang lebih baik bagi kita semua. Amiinn.

Sumber: http://www.setneg.go.id

Incoming search terms:

  • dampak redenominasi rupiah (62)
  • dampak redenominasi (32)
  • redenominasi mata uang (14)
  • efek redenominasi rupiah (13)
  • dampak redenominasi terhadap perekonomian indonesia (12)
  • tujuan redenominasi (11)
  • redenominasi rupiah (11)
  • efek redenominasi (3)
  • akibat redenominasi rupiah (3)
  • efek dari redenominasi (1)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Comments

comments