Hal – Hal Yang Perlu Anda Ketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

kpr bersubsidiApakah anda berpikir untuk membeli rumah namun terbentur oleh keterbatasan dana? Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah solusinya. KPR adalah fasilitas kredit yang diberikan kepada masyarakat oleh pihak perbankan atau pengembang bangunan untuk membeli rumah, tanah, ruko, atau berbagai jenis properti lainnya. Berikut adalah hal-hal yang perlu anda ketahui sebelum memutuskan untuk mengambil KPR:

1.      Jenis KPR

Berdasarkan sifat pinjamannya dibedakan menjadi dua: KPR Subsidi dan non-Subsidi.

KPR Subsidi merupakan realisasi program pemerintah yang dilaksanakan melalui Jamsostek, bekerja sama dengan pihak perbankan. KPR jenis ini diperuntukkan khusus bagi golongan masyarakat berpenghasilan rendah yang syarat dan ketentuannya ditetapkan oleh pemerintah. Subsidi yang diterima dapat dalam bentuk keringanan uang muka atau suku bunga. Jika suku bunga pinjaman KPR non-Subsidi berkisar antara 7.5% ke atas, suku bunga untuk KPR subsidi pada umumnya hanya berkisar antara 3%.

KPR non-Subsidi merupakan jenis KPR yang diperuntukan bagi seluruh golongan masyarakat tanpa terkecuali. Pelaksanaannya diatur oleh bank, sehingga dapat berbeda antar bank yang satu dengan yang lainnya. Anda dapat memperoleh KPR jenis ini secara langsung dari pihak bank atau melalui pihak pengembang properti.

2.      Jenis suku bunga

Berdasarkan sifatnya, ada dua jenis suku bunga KPR, yaitu suku bunga tetap (fixed rate) dan mengambang (floating rate). Suku bunga tetap berarti selama periode yang telah disepakati, suku bunga yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank bersifat tetap. Sedangkan pada suku bunga mengambang, besarnya suku bunga yang harus dibayar berubah-ubah sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan. Pada banyak kasus, bank mengombinasikan jenis suku bunga yang mereka terapkan. Misalnya, pada tahun pertama – ketiga, suku bunga pinjaman bersifat tetap; mulai tahun keempat suku bunga yang diterapkan kepada nasabah bersifat mengambang sesuai keadaan pasar suku bunga.

3.      Jangka Waktu Pembayaran

Jangka waktu pembayaran KPR berkisar antara 1-20 tahun, tergantung pada kesepakatan yang dibuat oleh pihak debitor dan kreditor. Semakin pendek jangka waktu pinjaman, total bunga yang dibayarkan untuk rate yang sama akan lebih kecil.

Berkaitan dengan jangka waktu pembayaran, hal lain yang perlu anda ketahui sebelum memutuskan untuk memilih bank pemberi KPR adalah ada atau tidaknya penalti ketika anda mempercepat pelunasan pinjaman anda. Usahakan untuk mencari bank yang tidak memberi penalti.

4.      Keuntungan

Keuntungan utama KPR adalah anda tidak perlu menyediakan uang tunai dalam jumlah yang sangat besar untuk membeli rumah yang anda inginkan. Anda cukup menyediakan 30% dana dari harga total properti dan membayar sisanya secara berangsur. Selain anda dapat memiliki rumah idaman lebih cepat dengan biaya yang lebih kecil, anda juga dapat mengalokasikan sisa dana yang anda miliki untuk investasi di bidang lain.

Keuntungan lainnya terkait dengan kepastian status legal properti anda karena sebelum memberikan KPR, pihak bank selalu melakukan pengecekan menyeluruh terhadap status legalitas properti yang akan di KPR-kan. Hal ini memberikan jaminan kepada anda bahwa status legal properti yang anda beli sudah pasti jelas karena jika tidak jelas maka bank tidak akan memberikan KPR kepada anda.

5.      Sisi negatif

Untuk KPR yang jangka waktunya lebih dari 3 tahun, ada kecenderungan suku bunga yang dibebankan kepada nasabah cukup besar setelah periode suku bunga tetap berakhir. Anda harus siap secara finansial karena suku bunga bisa naik sekitar 3-5% dari suku bunga awal.

6.      Syarat Pengajuan

Mengajukan KPR tidaklah sulit asal anda memahami betul persyaratan yang diminta oleh bank. Pertama, Anda harus menetapkan properti yang ingin anda miliki. Kedua, adanya kelengkapan formulir pengajuan disertai dokumen yang dibutuhkan. Ketiga, sebagai debitor, anda harus memiliki uang minimal 30% dari harga total properti untuk membayar uang muka. Hal ini dikarenakan bank tidak akan menanggung keseluruhan dana pembelian properti. Keempat, adanya kemampuan untuk membayar pinjaman yang dibuktikan melalui penghasilan tetap setiap bulan. Kami sarankan nominal cicilan KPR anda sebaiknya berkisar antara 20%-35% dari penghasilan per bulan anda.

Menurut survei tahun 2012, 91.5% masyarakat Indonesia membeli rumah melalui KPR, sedangkan sebagian kecil sisanya membayar secara tunai. Jadi, tunggu apa lagi? Pilih KPR yang sesuai dengan situasi keuangan anda dan miliki rumah yang telah anda idam-idamkan.

Artikel ini ditulis oleh: www.imoney.co.id

Author - June 23, 2013
error: Content is protected !!